Kamis, 19 Maret 2015

RESENSI NOVEL NEGERI 5 MENARA

Assalamualaikum!
Nah kesempatan kali ini nih,
Ane mau nge-Share tulisan salah satu tulisan Ane yang berbentuk Resensi,
Cekidoooot,



Pesantren Modern Sebagai Tempat Pembinaan Akhlak dan Bakat




Judul Buku         : Negeri 5 Menara
Pengarang           : Ahmad Fuadi
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Penerbitan: Februari 2012
Jumlah Halaman : 424
ISBN                   : 978-979-22-4861-6

Novel ini bias dikatakan sebagai novel religious yang bertemakan pendidikan. Novel Negeri 5 Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Secara umum, sang penulis mengisahkan pengalaman hidup 6 orang pemuda yang menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren modern terkenal bernama Pesantren Madani atau PM. Keenam pemuda itu adalah Alif dari Padang, Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa.
Pada mulanya sang tokoh Alif ingin menjadi seorang ‘Habibie’ dengan melanjutkan sekolahnya ke SMA setelah lulus dari MTs. Namun, Amak, ibu Alif menginginkan Alif menjadi seorang ustad atau pemuka agama seperti Buya Hamka dengan menyekolahkannya di sekolah yang berbasis agama. Dengan setengah hati, dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok. Awalnya Alif begitu kaget dengan kehidupan di pondok pesantren yang sangat disiplin. Namun, seiring berjalannya waktu ia menjadi terbiasa bersama sahabat-sahabatnya. Mereka percaya pada sebuah mantra: ‘Man Jadda Wa Jada’ yang berarti: ‘Siapa Yang Versungguh-Sungguh Pasti Akan Berhasil’
Penulis novel Negeri 5 Menara ini berhasil menggambarkan suasa modern di pondok pesantren yang selama ini dianggap kuno dan kaku serta tidak menarik. Paham mengenai pesantren yang hanya mengajarkan persoalan agama seolah dihilangkan oleh si penulis. Di dalam novel ini, ia memperlihatkan sisi modern dari sebuah pondok pesantren. Sang penulis juga menyisipkan kisah humor yang membuat novel ini agak sedikit ringan.
Novel ini cocok untuk para remaja yang mengaggap bahwa belajar di pondok pesantren itu sangat menakutkan dan menganggap bahwa pondok pesantren hanya terpaku pada persoalan agama. Padahal kenyataanya tidak, karena di pondok pesantren, selain diajari agar hidup mandiri dan disiplin, kita juga diajari bahwa islam itu sebenarnya mudah dan tidak ribet.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar