Nah kesempatan kali ini nih,
Ane mau nge-Share tulisan salah satu tulisan Ane yang berbentuk Resensi,
Cekidoooot,
Pesantren
Modern Sebagai Tempat Pembinaan Akhlak dan Bakat
Judul Buku : Negeri 5 Menara
Pengarang : Ahmad Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Penerbitan: Februari
2012
Jumlah Halaman : 424
ISBN : 978-979-22-4861-6
Novel
ini bias dikatakan sebagai novel religious yang bertemakan pendidikan. Novel
Negeri 5 Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Secara umum, sang
penulis mengisahkan pengalaman hidup 6 orang pemuda yang menempuh pendidikan di
sebuah pondok pesantren modern terkenal bernama Pesantren Madani atau PM.
Keenam pemuda itu adalah Alif dari Padang, Raja dari Medan, Said dari Surabaya,
Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa.
Pada
mulanya sang tokoh Alif ingin menjadi seorang ‘Habibie’ dengan melanjutkan
sekolahnya ke SMA setelah lulus dari MTs. Namun, Amak, ibu Alif menginginkan
Alif menjadi seorang ustad atau pemuka agama seperti Buya Hamka dengan
menyekolahkannya di sekolah yang berbasis agama. Dengan setengah hati, dia
mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok. Awalnya Alif begitu kaget dengan
kehidupan di pondok pesantren yang sangat disiplin. Namun, seiring berjalannya
waktu ia menjadi terbiasa bersama sahabat-sahabatnya. Mereka percaya pada
sebuah mantra: ‘Man Jadda Wa Jada’ yang berarti: ‘Siapa Yang Versungguh-Sungguh
Pasti Akan Berhasil’
Penulis
novel Negeri 5 Menara ini berhasil menggambarkan suasa modern di pondok
pesantren yang selama ini dianggap kuno dan kaku serta tidak menarik. Paham
mengenai pesantren yang hanya mengajarkan persoalan agama seolah dihilangkan
oleh si penulis. Di dalam novel ini, ia memperlihatkan sisi modern dari sebuah
pondok pesantren. Sang penulis juga menyisipkan kisah humor yang membuat novel
ini agak sedikit ringan.
Novel
ini cocok untuk para remaja yang mengaggap bahwa belajar di pondok pesantren
itu sangat menakutkan dan menganggap bahwa pondok pesantren hanya terpaku pada
persoalan agama. Padahal kenyataanya tidak, karena di pondok pesantren, selain
diajari agar hidup mandiri dan disiplin, kita juga diajari bahwa islam itu
sebenarnya mudah dan tidak ribet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar